Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

Judul: The Prestige
Pemain: Christian Bale, Hugh Jackman, Scarlett Johansson
Naskah: Christopher Priest (novel), Jonathan Nolan
Sutradara: Christopher Nolan
Produksi: Newmarket Productions (2006)

Para pesulap hebat punya tiga trik penting,” Cutter (Michael Caine), seorang pesulap tua, membuka narasinya. Di depannya, seorang gadis kecil menyimak kata-katanya. Pertama, kata Cutter, ”The Pledge, sulap biasa.” Ia memperagakan sepotong sapu tangan yang berubah menjadi burung merpati.


Trik kedua adalah The Turn, sebuah sulap yang mengubah hal biasa menjadi luar biasa. Gambar kemudian menyuguhkan sebuah adegan seorang pesulap yang bisa melepas ikatan tangan dan kaki di dalam tangki air, lalu beberapa detik kemudian sudah berdiri tegak di luar tangki.

Ketiga? Inilah yang menjadi jantung cerita film ini. Gambar bergerak ke sebuah panggung pertunjukan yang dipenuhi aliran listrik bertegangan tinggi. Seorang pesulap berada di tengah-tengahnya. Sebuah kilat kemudian menggelegar dan sedetik kemudian sang pesulap hilang. Kejutan berikutnya datang: sang pesulap tiba-tiba muncul di belakang penonton. ”Inilah gengsi tertinggi seorang pesulap, sebuah kejutan hebat yang tak pernah ditemukan di mana pun: The Prestige!” seru Cutter.

Dengan narasi tiga trik utama itu, penonton digiring ke suasana London pada era Victorian, antara akhir 1890-an dan awal 1900-an, ketika pertunjukan sulap amat populer dan setiap kejutan dinanti. Pada era ini, para pesulap, dengan segala cara, berlomba-lomba mencari dan menciptakan The Prestige.

Alfred Borden (Christian Bale) dan Rupert Angier (Hugh Jackman) dikenal sebagai pesulap muda yang amat ambisius mencari puncak-puncak trik yang tak tertandingi. Mereka rajin berkeliling ke kota-kota lain untuk memburu The Prestige. Kedua orang yang bersahabat itu adalah murid Cutter.

Tapi sebuah insiden terjadi. Suatu kali Borden salah membuat tali simpul pada pergelangan tangan Julia (Piper Perabo), istri Angier, dalam pertun-jukan Cutter. Pertunjukan dengan trik The Turn pun berubah menjadi malapetaka. Julia tewas di dalam tangki air di depan ribuan penonton. Sejak itu Angier dan Borden pun bermusuhan. Keduanya saling menjegal pertunjukan masing-masing.

Sutradara Christopher Nolan membangun kisah permusuhan dua pesulap itu dengan mencekam. Penonton bahkan tak dibiarkan menarik napas sejenak. Ia menghidangkan trik-trik sulap, yang biasanya menyenangkan dan menakjubkan bagi para penonton sulap, menjadi sebuah horor. Menyeramkan.

Di pertunjukan Angier, misalnya, Borden menyelinap untuk mencelakai tangan penonton yang tengah menjajal trik The Pledge saat melepaskan burung dalam sangkar. Sebaliknya, Angier memasang peluru tajam saat Borden tengah beratraksi menangkap peluru yang baru ditembakkan dari sebuah pistol. Borden terluka dan bahkan ia akhirnya dijebak masuk ke penjara.

Dalam setiap adegan, Nolan praktis tak memberikan petunjuk akan ke arah mana film berakhir. Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Penokohan pun dibuat sedemikian rupa sehingga penonton sulit memihak kepada Borden atau Angier. Keduanya sama-sama baik, juga sama-sama berperangai buruk. Sutradara 36 tahun itu membiarkan penonton tenggelam dalam prasangkanya sendiri.

Nolan bersama saudara kandungnya, Jonathan Nolan, mengolah novel pengarang Inggris, Christopher Priest, yang berjudul sama itu dengan dahsyat. Dan hampir semua pemeran bermain cemerlang. Inilah thriller penuh intrik yang menjadi puncak lain pencapaian Nolan setelah Memento (2000) dan film superhero yang tampil dengan begitu filosofis: Batman Begins (2005).

Di puncak pertarungan, Borden dan Angier ”bertempur” memperebutkan gengsi tertinggi dalam pertunjukan The Transported Man. Borden tanpa alat apa pun menghilang dari satu pintu dan muncul di pintu lain dalam hitungan detik. Sebaliknya, Angier menggunakan energi listrik untuk memindahkan tubuhnya dari atas panggung ke podium di belakang penonton.

Lalu, penonton sulap itu pun berdebar menanti apakah tubuh sang pesulap benar-benar muncul di belakang punggung mereka atau lenyap menjemput kematian. Waktu pun beringsut pelan dan menegangkan: satu detik, dua detik, lima detik..., sepuluh detik.…

”Inilah The Prestige. Musuh terbesar pesulap adalah obsesinya sendiri,” Cutter berpetuah.

Senin, 12 Desember 2011

sang pencerah

KISAH ini diawali lahirnya seorang bayi laki-laki di Kauman, bernama Muhammad Darwis,dengan segala upacara adat Jawa yang mengikuti kelahirannya. Tergambar jelas bahwa Darwis terlahir dari kalangan berada. Beranjak remaja ia banyak melihat tradisi sesajen berbaur agama Islam yang menurutnya dapat menyesatkan,dan Beliau tidak Setuju degan tradisi tersebut.


Darwis selalu bertanya di dalam hatinya, “Mengapa agama yang diyakininya sebagai rahmatan lilalamin (rahmat atau kebaikan bagi seluruh alam) justru tidak nampak”.

Secara fakta banyak sekali masyarakat yang terlantar dan seakan-akan dibiarkan oleh para pemuka agama. Orang-orang miskin dibiarkan melarat seakan sudah menjadi takdir mereka, nyata-nyata di hadapan masjid. Kesehatan masyarakat sangat rapuh. Tidak ada yang tergerak hatinya untuk memperbaiki hidup dan kehidupan mereka.

Para pemuka agama dan pengikutnya tidak terusik dan sibuk dengan ritual keagamaan. Setiap hari mereka sholat berjamaah, sementara masyarakat miskin di sekitar masjid sudah kehilangan harapan hidup. Situasi demikian kontras, dan dari hari ke hari semakin banyak jumlah.

Pemahaman agama juga bercampur aduk dengan kepercayaan mistik berlebih-lebihan. Sesajen berbagai jenis makanan terbuang begitu saja. Sangat mubah. Upacara tahlilan sangat berlebihan. Bahkan mereka yang sudah kehilangan saudaranya juga harus melaksanakan tahlilan yang overdosis, membuat masyarakat menjadi sedih lahir dan batin.

Masyarakat menganggap bahwa tahlilan adalah kewajiban agama. Darwis merasa yakin bahwa ini bukan esensi beragama. Pasti ada kesalahan pemahaman terhadap agama yang sebenarnya untuk rahmatan lilalamin.

Bila sebuah kebiasaan lalu dibungkus dengan kepercayaan sebagai sesuatu yang sakral, maka kebiasaan itu dianggap sebuah kebenaran. Keluar dari kebiasaan itu berarti pelanggaran.

Orang lain akan menganggap mereka yang tidak sama kebiasaannya bukanlah kelompoknya, bukan orang-orang beriman alias kafir. Situasi ini dimanfaatkan oleh penguasa (penjajah), bila menguntungkan maka akan diteruskan dan dilindungi seolah-olah inilah ajaran Tuhan yang wajib ditaati.

Bila kebiasaan ini mengusik kenikmatan atasan (pemimpin umat, pemerintah, penjajah) maka itu harus dimusnahkan. Keadaan bercampur aduk dengan pimpinan agama yang vested dan mudah memberi cap kafir bagi mereka yang tidak sepaham. Itulah secara umum yang terjadi di sekitar Ngayogyakarta pada saat itu.

Cap kafir ini sangat mujarab sehingga orang tidak ada yang mempertanyakan kekeliruan ini terus terjadi. Para pengikut agama yakin seyakin yakinnya bahwa perilaku kafir adalah sebesar-besarnya dosa. Jadi, harus dijauhi.

Tetapi mereka banyak yang tidak paham makna iman, musyrik, mistik, sholat, ibadah, kafir, dan sesajen campur baur menjadi kepercayaan seakan kebenaran ajaran yang wajib ditaati. Tanpa reserve.

Ketika Darwis membahas semua itu dengan ayahandanya, sang ayah tidak sepenuhnya menerima. Dikatakannya bahwa agama itu bukan soal akal saja, tetapi juga harus dengan hati.

Pernyataan ini ada benarnya, tetapi hati yang bagaimana dulu? Hati yang sudah dilumuti kesenangan duniawi, kedudukan, kepangkatan, kewibawaan, tentunya akan memelihara kebiasaan yang dibungkus dengan kepercayaan yang seolah-olah agung. Tidak jarang hati seperti ini justru telah mengikat kita dengan ketamakan duniawi. Kita tidak lagi menjadi bebas, tetapi terperdaya oleh hawa nafsu.

Muhammad Darwis tetap tidak bisa menerima situasi demikian. Tetapi bagaimana caranya? Inilah yang menjadi esensi perjuangannya. Darwis lalu pergi menunaikan ibadah haji ke Mekah Al Mukarromah, Beliau berangkat ke tanah suci di usia 15 tahun.
Di sanalah Darwis sempat membaca pemikiran-pemikiran Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh.

Muhammad Abduh pemikir modern dari Mesir yang menekankan betapa pentingya akal. Seperti yang dituangkan di dalam Surah Al-Baqarah (30-34) tentang kejadian manusia, jelas sekali bahwa kelebihan manusia di atas makhluk hidup lainnya adalah karena kekuatan akalnya. Akal-fikiran itulah yang membuat manusia layak menjadi khalifatul-fil-ardli (pemimpin di muka bumi).

Abduh mengajarkan bahwa manusia diberikan anugerah intelegensia oleh Allah, untuk dipergunakan. Manusia bukanlah kerbau yang ditusuk hidungnya lalu mengekor ke mana saja maunya pimpinan.
Abduh berprinsip bahwa kebebasan berpikir untuk selalu bertanya dan berinovasi adalah modal kemajuan sebuah negara. Negara maju, menurut Abduh, adalah negara yang pandai menggunakan otaknya.
Abduh juga dikenal dekat dengan tokoh-tokoh dari kalangan Nasrani dan Yahudi.

Rupanya pemikiran Abduh sejalan dengan apa yang dipikirkan Darwis. Tidak heran kalau Darwis sering berpendapat bahwa guru agama bukanlah yang menentukan segalanya. Kebenaran harus bersama-sama dicari, bukan hanya milik guru.

Pola pendidikan ini tentu sangat berbeda diametral dengan yang selama ini dianggap kebenaran di Ngayogyakarta, yakni petuah guru adalah kebenaran. Murid hanya boleh mengikuti, tanpa ada bantahan sedikitpun.


Seperti kebiasaan masa itu, orang Indonesia yang pergi berhaji, lalu mendapat nama baru. Begitupun Darwis, namanya jadi Ahmad Dahlan(AD). Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bidah.

Masjid Besar Kauman, hingga peletakan kedudukan raja keraton sebagai pemangku agama Islam, dan salahnya arah kiblat membuatnya gelisah. Jabatannya sebagai ketip (khotib) Masjid Besar Kauman membuatnya bisa memulai langkah perubahan segera. Dalam kotbah yang dilaksanakannya, pemikiran pembaharuan diutarakan pada jemaat. Tak hal tersebut membuat berang Kyai Penghulu Kamaludiningrat yang menjadi imam Masjid Besar Kauman
tak mendapat tempat di Masjid Besar Kauman.
Dengan bekal nalar yang kuat ditambah pengetahuan agama yang semakin banyak selama di Makkah al-Mukarromah, AD semakin memiliki modal untuk melakukan perubahan.


Sepulang dari Mekah, AD dijadikan Imam Masjid di Kauman dan berhak memberikan tausiah. Ceramah-ceramahnya agak berbeda dengan para kiai umumnya waktu itu yang sangat menekankan penerimaan tanpa banyak bertanya, AD justru menekankan betapa pentingnya akal.

Bertanya dan diskusi adalah modal awal untuk maju. AD juga mengajarkan bahwa Al-Qur'an dapat dikaji sesuai dengan nuansa ke kinian, tidak statis tapi dinamis. Tentu saja tausiah model ini cukup membuat para kiai saat itu merinding, karena sudah keluar dari pakem.

Dengan bekal pengetahuannya tentang ilmu bumi dan penggunaan kompas, AD mempertanyakan arah sholat yang sudah bertahun-tahun diterima sebagai suatu kebenaran. Inipun membuat hampir semua jamaah terutama para kiainya tersinggung. Mereka tidak mau menerima penjelasan berbasis ilmu pengetahuan yang dipakai AD.


Inilah barangkali yang ada di dalam salah satu ayat Surah Al-Baqarah 'tertutuplah mata dan hatinya, sehingga mereka tidak mau belajar'.

Ahmad Dahlan bependapat bahwa penggunaan alat dan ilmu pengetahuan adalah bagian dari proses modernisasi. Akan tetapi tidak semudah membalikkan tangan untuk meyakinkan mereka yang sudah larut dengan kebiasaan-kebiasaan yang telah mengakar. Kala itu modernisasi bahkan bisa dicap sebagai langkah menuju ke kafir atau meniadakan Tuhan. Dus, modernisasi lebih berat dari tabu! Harus dijauhi.

Melalui Langgar/Surau-nya Dahlan mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat.


Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid-murid setianya : Sudja , Sangidu, Fahrudin, Hisyam dan Dirjo, Ahmad Dahlan terus berjuang. Hingga akhirnya membentuk organisasi Muhammadiyah, yang berarti pengikut Nabi Muhammad.

Karena perbedaan yang dianggap prinsipil, maka AD diberhentikan dari jabatan Imam mesjid. Dan AD membuat mesjid kecil sekalian dipergunakan untuk belajar mereka yang mulai berpikir terbuka. Para muridnya memanggil kiayi, lengkapnya Kiai Haji Ahmad Dahlan (KHAD).

Pola pengajiannya sangat berbeda dengan kebiasaan saat itu. Ketika ada beberapa orang muda tertarik dengan pemikiran KHAD bertanya apa itu agama. KHAD malah memainkan biolanya yang membuat orang-orang muda menjadi tenang mendengar kesyahduannya.

Lalu biola itu diberikan kepada salah seorang pemuda dan diminta memainkannya. Keruan saja suaranya menjadi berantakan, karena pemuda itu tidak punya ilmu dan keahlian memainkan biola.

Seusai itu KHAD menerangkan makna agama 'Agama bagaikan musik indah yang mampu memberikan kesyahduan, ketenangan, dan kebahagiaan. Tetapi harus dilakukan dengan ilmu pengetahuan, kalau tidak malah bisa menjadi kacau dan jadi bahan tertawaan'.


Perjuangannya semakin mendapat tantangan dan tidak jarang KHAD dikategorikan orang kafir. Akan tetapi KHAD semakin "keukeuh" bahwa perubahan harus dilakukan.

Maka KHAD mempelajari organisasi-organisasi modern yang mengajak pada perubahan, terutama Budi Utomo. Karena itu ia juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tak hanya itu, ingin menyebarkan agama di kalangan berpendidikan, Ahmad Dahlan mengajar di sekolah Belanda. Dari sanalah ia mengadopsi sistem sekolah modern yang mendudukkan siswanya pada bangku. Tuduhan datang lagi, Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid-murid setianya : Sudja , Sangidu, Fahrudin, Hisyam dan Dirjo, Ahmad Dahlan terus berjuang.

Dari situ muncullah inspirasi pendirian Muhammadiyah yang berati pengikut Nabi Muhammad SAW. Maka lahirlah Muhammadiyah pada tanggal 18 Nopember 1912, sebagai perserikatan non-politik.

Berbasis perjuangan melalui pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah terus berkembang secara kuantitatif. Secara kualitatif, Muhammadiyah harus mulai introspeksi, karena tantangan zamannya juga semakin kompleks.

Tanpa harus berubah menjadi sebuah partai, Muhammadiyah bisa dengan tegar memberikan masukan kepada penyelenggara negara. Yang jelas, titipan KHAD harus terus dipegang "hidupilah Muhammadiyah, tetapi jangan mencari penghidupan dari Muhammadiyah". Insya Allah.

Rabu, 23 November 2011

The International


Film ini menceritakan tentang seorang agen Interpol bernama Louis Salinger bersama seorang partnernya Eleanor Whitman seorang pengacara yang bekerja pada distrik Manhattan, New York. Keduanya menyelidiki kasus penjualan misil ke China dan Turki yang dilakukan oleh sebuah bank Internasional IBBC (International Bank and Business Credit). Pemeran utama dimainkan oleh Clive Owen sebagai agen Louis Salinger dan Naomi Watts sebagai Eleanor Whitman.


Cerita berawal dari terbunuhnya Tommy, partner kerja Salinger ketika sedang mencari informasi tentang penjualan senjata misil di Berlin yang diduga akan dilakukan IBBC kepada Turki dan China. Dengan terbunuhnya Tommy tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa memang benar IBBC akan melakukan penjualan misil kepada kedua pihak tersebut. Kemudian di susul kematian seorang whistle blower bernama Umbro Calvini pemilik perusahaan Calvini Defense yang bergerak pada bidang pembuatan dan penjualan sejata. Calvini merupakan informan Salinger untuk masalah penjualan senjata yang dilakukan oleh IBBC di Italia.IBBC digambarkan sebagai penguasa tunggal yang menguasai segala kehidupan yang ada di sekitar lingkungannya. Dengan kekayaan yang ada IBBC mempunyai kuasa akan segala hal. Sehingga setiap gerak-geriknya seakan-akan tidak tersentuh dan mendapat back up atau ‘bantuan’ dari orang yang tidak diketahui wujudnya. Kasus-kasus yang ada sangkut-pautnya dengan bank tersebut tidak terselesaikan secara tutas. Atau kasusnya dianggap tidak mempunyai bukti yang kuat sehingga putus ditengah jalan.


Kepentingan merupakan salah satu yang menjadi alasan mengapa setiap apa yang di lakukan oleh IBBC menjadi samar-samar bahkan mengindikasikan untuk disembunyikan keberadaanya dari publik. Berbagai kepentingan yang melekat pada setiap tindakan yang dilakukan oleh IBBC menjadikannya kebal terhadap hukum yang berlaku. Mengakibatkan semua kasus yang melanda dan menyangkut akan keberadaan atau eksistensi IBBC menjadi perhatian para petinggi pemegang kepentingan.Dengan sumber kekayaannya ia membeli kekuaasaan. Segala hal dilakukan untuk meloloskan niatnya dalam menjual senjata, bahkan memberikan bantuan dana pada negara-negara yang sedang berkonflik seperti di Afrika. Salinger muncul sebagai seorang yang sedang mencari kebenaran akan hal itu. Walaupun ia dan Eleanor mendapat banyak kesulitan dalam mengungkap kasus tersebut ia terus berjuang demi terungkapnya kebenaran tersebut.Sumber kekuasaan yang ada pada IBBC berasal dari kekayaan yang dimilikinya. Maka dari itu IBBC dapat memperolah kekuasaan yang tak terbatas. Digambarkan pada film itu IBBC bahkan sanggup menbayar seorang perwira tinggi polisi untuk melancarkan aksi pembunuhan di Italia. Dengan banyaknya infiltrasi yang dilakukan oleh IBBC tidak mustahil bahwa IBBC mampu mengendalikan keadaan yang ada disekitarnya.

Pada akhir cerita dilukiskan bahwa semua kejahatan dan tindakan yang dilakukan oleh IBBC dibocorkan oleh media massa. Media mengungkap kasus kejahatan, penjualan senjata, serta konspirasi yang dilakukan oleh IBBC kepada berbagai pihak yang mendukung setiap tindak tanduk IBBC di dunia.

THE SIXTH SENSE (FILM HOROR TENTANG ANAK YANG MEMPUNYAI INDRA KE ENAM)


Shyamalan yang berdarah India menyajikan kisah yang jarang dieksplorasi perfilman Hollywood. Tentang seorang anak yang mempunyai indera keenam. “Kelebihan” yang tak jarang membuat si empunya ketakutan setengah mati.


Apalagi bagi anak sekecil Cole (Haley Joel Osment, dengan penampilan menawan). “I see dead people, “ rintihnya pada Dr Crowe (Bruce Willis), psikiater yang membantunya menjalani hari – harinya yang pahit. Bagi anak seusianya dengan kemampuan yang dimilikinya, Cole memang tumbuh menjadi anak yang pemalu, pendiam dan dianggap aneh oleh teman – temannya. Ibunya sendiri (Toni Collette) pun tak dibaginya rahasia itu.


Namun ada saatnya Cole harus menghadapi akibat dari kemampuan yang dimilikinya, bukannya terus menerus menghindar. Maka ia pun mulai mencari tahu apa arti dari kehadiran makhluk gaib yang biasa dilihatnya pada saat malam. Dan berbeda dari kebanyakan hantu di film nasional, hantu di Sixth Sense muncul untuk sebuah alasan jelas : mereka memerlukan pertolongan dari yang hidup. Dan Cole pun harus menjalankan “tugas” itu.

Sebagai horor, Sixth Sense memenuhi khittah-nya. Namun ia pun tak melupakan kodratnya untuk menyajikan tontonan yang baik. Juga sebagai tontonan yang logis, yang teramat sering diabaikan dalam perfilman kita (tak hanya dalam genre horor). Shyamalan menuntun kita, memenuhi rasa ingin tahu kita akan kemunculan hantu – hantu itu (yang meski tak digambarkan semengerikan yang diperlihatkan dalam film kita, namun tak kurang membuat penonton terhenyak). Dan di akhir cerita, membuat twist yang luar biasa. Amat tak disangka – sangka oleh sebagian besar penonton.

Kamis, 17 November 2011

The Da Vinci Code

The Da Vinci Code

“Sejarah selalu ditulis oleh pemenang.”
“Apalah sejarah itu, kecuali tabel yang disepakati.” (Napoleon Bonafarte)
The Da Vinci Code berkisah tentang seorang pakar simbologi (ahli simbol) Universitas Harvard, Robert Langdon. Saat di Paris dia diharuskan menafsirkan pesan-pesan rahasia aneh yang ditemukan dekat jasad seorang kurator senior Musium Louvre, Jacques Sauniere. Sauniere terbubuh di dalam museum Louvre, tempat di mana dia bekerja sebagai curator. Sebelum ajal, Sauniere sempat membuat pesan-pesan rahasia aneh yang ternyata ditujukan untuk Robert Langdon dan Sophie Neveu.


Bersama Sophie Neveu, seorang kryptolog (pemecah kode) berbakat Prancis, Langdon mengupas lapis demi lapis teka-teki aneh itu dan dihadapkan pada serangkaian petunjuk tersembunyi di balik karya-karya terkenal Leonardo Da vinici.
Da Vinci dan Jacques Sauniere memiliki ikatan historis, karena kedua-duanya merupakan anggota sebuah perkumpulan rahasia kuno bernama Biarawan Sion (Prieure de Sion). Biarawan Sion beraliran Pagan (pemuja hukum suci alam dan memuja dewi sebagai pasangan dewa, keharmonisan antara laki-laki dan perempuan), walaupun di jaman yang berbeda. Da Vinci seabagai ketua BS di tahun 1500, dan Sauniere di masa sekarang.

Anggota BS yang terkenal yaitu Leonardo Da Vinci, Boticelli, Sir Issac Newton, Victor Hugo, Robert Boyle, dan Jean Cocteau. Biarawan Sion menjaga sebuah dokumen rahasia bernama Holly Grail. Dokumen Holly Grail berisi tentang garis keturunan kristus dan bahwa seorang perempuanlah (Maria Magdalena) yang ditugasi kristus untuk mendirikan gereja. Dokumen ini juga menceritakan kenyataan bahwa kristus mempunyai istri (Maria Magdalena), memiliki keturunan (Sarah), dan dapat mati. Magdalena hamil saat penyaliban kristus. Untuk keamanan, Maria lari dari tanah suci Yerussalem dibantu paman yesus yaitu Josef dari Arimethia, menuju Gaul (Prancis). Di komunitas Yahudi, lahirlah Sarah.Dan Sarah termasuk garis keturunan raja yahudi, David dan Salomo, sehingga Yahudi di Prancis memuja Magdalena. Dan Biarawan Sionpun memuja Maria sebagai dewi, perempuan suci, Holly Grail, mawar (bunga lisa), dan Ibu Agung.
Kekuatan perempuan dan kemampuannya untuk melahirkan , merupakan ancaman bagi kebangkitan gereja yang dikuasai lelaki, karena itu perempuan suci diibliskan dan dianggap kotor.
Untuk menghancurkan profil Magdalena, Vatikan mengabadikannya sebagai profil pelacur, menghancurkan segala kemungkinan pengakuan bahwa kristus hanyalah manusia biasa dan juga melenyapkan keturunan Merovingian.

Karena gereja melarang pembicaraan tentang Magdalena, cerita tentang Holly Grail diceritakan secara diam-diam yaitu dengan cara metafora dan simbol-simbol dalam karya seni. Karya seni itu ada dalam lukisan-lukisan , musik, sastra, buku-buku, filem animasi, taman-taman besar , dan filem-filem popule

Karya-karya tersebut di antaranya:
l. Lukisan-lukisan Leonardo Da Vinci: Monalisa, The Vitruvian Man, The Last Supper, dan Madonna of The Rocks.
2. Karya-karya Boticelli, Poussin, dan Bernini.
3. “Magic Flute” karya Mozart.
4. Cerita “Sir Gawain dan Ksatria Hijau”, Raja Arthur, Cinderella, Puteri Tidur, Puteri Salju, The Lion king, dan The Little Mermaid.
5. “Hunchback of Notre Dame” karya Victor Hugo.
6. Karya-karya Walt Disney, yang sebenarnya merupakan pesan-pesan tersembunyi dari agama, mitologi pagan, dan cerita-cerita ‘dewi’ yang ditaklukan.
7. Kartu moderen: daun, hati, keriting, dan wajik. Merupakan symbol dari kartu Tarot (awal keberadaan kartu Tarot untuk menceritakan rahasia terlarang Holly Grail. Daun symbol dari pedang, hati symbol dari cawan/perempuan, keriting symbol dari tongkat dan kekusaan, dan wajik symbol dari pentakel (bintang lima sudut, dewi, perempuan suci).

Dokumen rahasia Holly Grail tersebut sejak lama ingin dimusnahkan oleh pihak gereja (vatikan dan Opus Dei). Sehingga 4 anggota Biarawan Sion sebagai penjaga Holly Grail dibunuh, termasuk Jacques Sauniere.
Pesan-pesan rahasia aneh dari Sauniere untuk Langdon dan Sophie Neveu sambung menyambung, melibatkan beberapa karya seni Leonardo Da Vinci dan seniman pagan lainnya, sehingga Langdon dan Sophie harus memecahkan kode-kode dari pesan tersebut dan berkelana dari satu tempat ke tempat berkode3 pagan lainnya, dari Paris, Longdon, sampai Skotlandia.
Kekaguman Sauniere terhadap mahaguru Biarawan Sion yaitu Leonardo Da Vinci membuat Sophie dan Langdon harus bekerja keras menafsirkan kode-kode dari lukisan-lukisan Da Vinci yang sebenarnya.
Dalam pesan-pesan berkode tersebut Sauniere ingin menceritakan keberadan Biarawan Sion beserta sejarahnya kepada cucunya Sophie Neveu, dan ingin menunjukan pandangan Da Vinci tentang alkitab (perjanjian baru).

Pandangan da Vinci tentang alkitab (perjanjian baru):
Alkitab (perjanjian baru) merupakan buatan manusia, sebagai catatan sejarah dari hiruk pikuk jaman dan tel;ah melibatkan penerjemahan, penambahan, dan revisi tak terhitung. Dan sejarah tidak pernah punya versi pasti buku itu. Yesus kristus merupakan tokoh sejarah dengan pengaruh luar biasa, melebihi raja-raja. Sebagai keturunan Raja David dan Salomo, Yesus berhak mewarisi tahta raja yahudi.
Alkitab yang sekarang ini disusun oleh Kaisar Roma yang pagan, Konstantin Agung. Di masa Konstantin, agama resmi Romawi adalah pemujaan matahari (kelompok pemujaan Sol Invictus/matahari tak tertandingi) dengan Konstantin sebagai pendeta kepalanya. Namun, 3 abad setelah penyaliban Yesus, para pengikut kristus tumbuh pesat. Kristen dan Pagan mulai berperang sehingga menjadi ancaman akan membelah Roma menjadi dua. Maka tahun 325 M, Ia menyatukan Romawi dalam agama tunggal yaitu Kristen. Dia menciptakan sejenis agama hybrid yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, dengan meleburkan symbol-simbol, tanggal-tanggal, serta ritus-ritus pagan ke dalam adat-istiadat Kristen yang sedang tumbuh (Transmogrifikasi).

Hasil Transmogrifikasi di antaranya:
l. Cakram matahari kaum Mesir kuno (Pagan) menjadi lingkaran halo para santo katolik.
2. Berbagai pictogram Dewi Isis (Pagan) yang sedang menyusui puteranya yang alhir karena mukjizat (Horus), menjadi berbagai penggambaran Bunda Maria yang sedang menyusui Yesus.
3. Mithras (Tuhan dalam pagan) lahir dan mati pada 25 desember dan dibangkitkan dalam 3 hari.
4. 25 Desember juga hari lahir dewa-dewa pagan: Osiris, Adonis, dan Dionysus.
5. Kristen menghormati Sabat Yahudi pada hari Sabtu, tapi Konstantin menggesernya agar bertemu dengan hari kaum Pagan memuliakan matahari yaitu Sun-day (hari matahari) di mana jemaat gereja menghadiri layanan gereja pada hari Minggu tanpa sadar bahwa mereka sedang melakukan penghormatan mingguan kepada dewa matahari kaum pagan.
6. Lambang pentakel diubah oleh gereja menjadi tanda setan dan symbol kejahatan. Kemudian berkembang menjadi symbol dalam perang. Gambar pentakel dipasang pada jet tempur dan menggantungkan pentakel pada bahu para jenderal.

Konstantin memperkuat tradisi Kristen baru dengan mengadakan pertemuan “Konsili Nicea”. Banyak aspek Kristen ditetapkan berdasarkan voting, yaitu: tanggal paskah, peranan uskup, administrasi sekramen dan penetapan Yesus sebagai putera Tuhan (keTuhanan Yesus). Sehingga Konstantin mengubah Yesus menjadi dewa yang barada di luar cakupan manusia dengan kekuatan tak tertandingi. Padahal Yesus dianggap oleh para pengikutnya hanya sebagai nabi yang dapat mati, lelaki agung yang punya kekuatan, tapi tak lebih dari seorang manusia. Tujuan Konstantin: Kepentingan penyatuan lebih jauh kekaisaran Romawi dan kepentingan bagi basis kekuatan Vatikan yang baru.
Konstantin meningkatkan status yesus hamper empat abad setelah kematian yesus. Tapi ribuan dokumen yang mencakup kehidupan Yesus sabagai manusia biasa dan kependetaan Yesus dalam keadaan yang amat manusiawi sudah terlanjur ada.

Upaya Konstantin yaitu menitahkan dan membiayai penyusunan alkitab baru, yang meniadakan semua jaran tentang segala perilaku manusiawi yesus serta memasukan ajaran-ajaran yang membuatnya seakan Tuhan. Injil terdahulu dianggap melanggar hokum, lalu dikumpulkan dan dibakar. Siapapun yang memilih injil terlarang dan bukannya versi Konstantin, dianggap kaum bid’ah (heretic). Mereka yang memilih sejarah asli kristus adalah kaum heretic pertama di dunia.

Namun beberapa gospel yang dicoba dimusnahkan Konstantin berhasil diselamatkan. Tahun 1950-an Gul-gul laut Mati (dead sea scrolls) dan gulungan koptik (Nag Hammadi) ditemukan dan berisi tentang kependetaan kristus yang manusiawi. Gul-gul itu menggarisbawahi ketidakcocokan dan pemalsuan sejarah dan membenarkan bahwa alkitab moderen disusun dan diedit oleh manusia yang memiliki sebuah agenda politik untuk mempromosikan keilahian Yesus dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mengukuhkan basis kuasa mereka sendiri. Sedangkan Vatikan sangat mempercayai bahwa dokumen-dokumen yang bertentangan ini adalah kesaksian palsu, karena alkitab versi Konstantin telah menjadi pembenaran mereka selama berabad-abad.

Jadi, dokumen-dokumen rahasia tersebut diceritakan Da Vinci dalam lukisan-lukisan dan karya seni Pagan lainnya dan berada di Muisum Louvre, beserta makam maria Magdalena, dijaga oleh Sang Penjaga Holly Grail, mahaguru Biarawan sion, Jacques Sauniere.



  1. Kisah Seorang Aktris Porno Yang Meninggalkan Karirnya
  2. belajar dari kupu-kupu
  3. Belajar Mengasihi Dari Malaikat Kecil
  4. Perjuangan Hidup Penambang Belerang
  5. Uang dan waktu
  6. Nick Vujicic, Pria Yang Hidup Tanpa Kaki dan Tangan
  7. true story Surat Seorang Ayah Kepada Anaknya yang Sudah Meninggal
  8. kisah inspiratif orang terkaya ke3 di indonesia
  9. Kisah Mengharukan Seorang Perampok dan Anak Buta
  10. Lanjutkan! (Jangan Kau Berhenti)
  11. Sisihkan 2-3 menit waktu kalian sebentar utk membaca ini
  12. kisah nyata yang terjadi di jepang
  13. Socrates Diperintahkan Meminum Racun karena Mengajarkan Kebenaran
  14. CINTAILAH CINTA
  15. Bicara Dengan Bahasa Hati
  16. tak sesulit yang anda bayangkan
  17. Ibunda, Kenapa Engkau Menangis
  18. PELAJARAN SANG KELEDAI
  19. HARI INI ADALAH ABADI
  20. menikmati kritik dan celaan
  21. sayangilah kekasihmu sebelum ini terjadi
  22. Impian Seluruh Orang Tua
  23. Renungan Seorang Anak
  24. keharusan memberi, bukan menerima
  25. Kisah sebuah guci
  26. Hargailah Sebutir Nasi
  27. kapan kita membahagiakan orang tua kita???
  28. Segala Hal Pasti Butuh Biaya
  29. menuju kebahagiaan
  30. Renungan Hidup/a>
  31. Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos
  32. Renungan Buat Wanita Jaman Sekarang
  33. SAAT-SAAT KEMATIAN MENJEMPUT
  34. renungan di kesunyian malam
  35. Suami yg sholeh harta yg berharga buat istri
  36. Perlakukan dengan baik
  37. Kisah Cinta seorang Anak kepada Orang Tuanya
  38. Jati diri Kita yang Sebenarnya
  39. Kenyamanan Bagai Arak Beracun
  40. Berkorban Itu Indah
  41. Pengabdian Tanpa Tanda Jasa

Senin, 14 November 2011

Full Metal Jacket




Full Metal Jacket (1987) adalah sebuah film karya sutradara Stanley Kubrick, didasarkan pada novel The Short-Timers oleh Gustav Hasford. Film ini dinamai menurut peluru logam penuh yang digunakan dalam amunisi militer. Film ini menggambarkan perang Vietnam dari sudut pandang Marinir Amerika Serikat.
Tagline: "In Vietnam the wind doesn't blow; it sucks."


Tokoh utama film ini adalah J.T. 'Joker' Davis (Matthew Modine) yang ambil bagian dalam pelatihan dasar sebagai Marinir di pulau Parris, Karolina Selatan. Pelatih Berbaris Senior Sersan Hartman (dimainkan oleh mantan pelatih berbaris Marinir, R. Lee Ermey) memperlakukan mereka dengan kasar untuk mempersiapkan mereka ke medan laga. Hal ini memengaruhi kejiwaan salah seorang rekrut bernama Leonard "Gomer Pyle" Lawrence (Vincent D'Onofrio). Setelah mereka semua lulus, Lawrence membunuh Hartman di depan Davis dan kemudian bunuh diri dengan senapannya sendiri.

Bagian kedua berawal di Vietnam pada tahun 1968, dengan Davis yang sekarang berpangkat sersan dan menjadi wartawan perang yang menulis untuk surat kabar Stars and Stripes. Ia dan seorang fotografer bernama Rafterman dikirim ke garis depan untuk meliput situasi di sana. Setelah bertemu teman kuliahnya Lt. Walter J. "Touchdown" Schinoski, mereka masuk ke dalam perangkap lawan dan ditembaki oleh seorang penembak jarak jauh Vietnam.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

Judul: The Prestige
Pemain: Christian Bale, Hugh Jackman, Scarlett Johansson
Naskah: Christopher Priest (novel), Jonathan Nolan
Sutradara: Christopher Nolan
Produksi: Newmarket Productions (2006)

Para pesulap hebat punya tiga trik penting,” Cutter (Michael Caine), seorang pesulap tua, membuka narasinya. Di depannya, seorang gadis kecil menyimak kata-katanya. Pertama, kata Cutter, ”The Pledge, sulap biasa.” Ia memperagakan sepotong sapu tangan yang berubah menjadi burung merpati.


Trik kedua adalah The Turn, sebuah sulap yang mengubah hal biasa menjadi luar biasa. Gambar kemudian menyuguhkan sebuah adegan seorang pesulap yang bisa melepas ikatan tangan dan kaki di dalam tangki air, lalu beberapa detik kemudian sudah berdiri tegak di luar tangki.

Ketiga? Inilah yang menjadi jantung cerita film ini. Gambar bergerak ke sebuah panggung pertunjukan yang dipenuhi aliran listrik bertegangan tinggi. Seorang pesulap berada di tengah-tengahnya. Sebuah kilat kemudian menggelegar dan sedetik kemudian sang pesulap hilang. Kejutan berikutnya datang: sang pesulap tiba-tiba muncul di belakang penonton. ”Inilah gengsi tertinggi seorang pesulap, sebuah kejutan hebat yang tak pernah ditemukan di mana pun: The Prestige!” seru Cutter.

Dengan narasi tiga trik utama itu, penonton digiring ke suasana London pada era Victorian, antara akhir 1890-an dan awal 1900-an, ketika pertunjukan sulap amat populer dan setiap kejutan dinanti. Pada era ini, para pesulap, dengan segala cara, berlomba-lomba mencari dan menciptakan The Prestige.

Alfred Borden (Christian Bale) dan Rupert Angier (Hugh Jackman) dikenal sebagai pesulap muda yang amat ambisius mencari puncak-puncak trik yang tak tertandingi. Mereka rajin berkeliling ke kota-kota lain untuk memburu The Prestige. Kedua orang yang bersahabat itu adalah murid Cutter.

Tapi sebuah insiden terjadi. Suatu kali Borden salah membuat tali simpul pada pergelangan tangan Julia (Piper Perabo), istri Angier, dalam pertun-jukan Cutter. Pertunjukan dengan trik The Turn pun berubah menjadi malapetaka. Julia tewas di dalam tangki air di depan ribuan penonton. Sejak itu Angier dan Borden pun bermusuhan. Keduanya saling menjegal pertunjukan masing-masing.

Sutradara Christopher Nolan membangun kisah permusuhan dua pesulap itu dengan mencekam. Penonton bahkan tak dibiarkan menarik napas sejenak. Ia menghidangkan trik-trik sulap, yang biasanya menyenangkan dan menakjubkan bagi para penonton sulap, menjadi sebuah horor. Menyeramkan.

Di pertunjukan Angier, misalnya, Borden menyelinap untuk mencelakai tangan penonton yang tengah menjajal trik The Pledge saat melepaskan burung dalam sangkar. Sebaliknya, Angier memasang peluru tajam saat Borden tengah beratraksi menangkap peluru yang baru ditembakkan dari sebuah pistol. Borden terluka dan bahkan ia akhirnya dijebak masuk ke penjara.

Dalam setiap adegan, Nolan praktis tak memberikan petunjuk akan ke arah mana film berakhir. Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Penokohan pun dibuat sedemikian rupa sehingga penonton sulit memihak kepada Borden atau Angier. Keduanya sama-sama baik, juga sama-sama berperangai buruk. Sutradara 36 tahun itu membiarkan penonton tenggelam dalam prasangkanya sendiri.

Nolan bersama saudara kandungnya, Jonathan Nolan, mengolah novel pengarang Inggris, Christopher Priest, yang berjudul sama itu dengan dahsyat. Dan hampir semua pemeran bermain cemerlang. Inilah thriller penuh intrik yang menjadi puncak lain pencapaian Nolan setelah Memento (2000) dan film superhero yang tampil dengan begitu filosofis: Batman Begins (2005).

Di puncak pertarungan, Borden dan Angier ”bertempur” memperebutkan gengsi tertinggi dalam pertunjukan The Transported Man. Borden tanpa alat apa pun menghilang dari satu pintu dan muncul di pintu lain dalam hitungan detik. Sebaliknya, Angier menggunakan energi listrik untuk memindahkan tubuhnya dari atas panggung ke podium di belakang penonton.

Lalu, penonton sulap itu pun berdebar menanti apakah tubuh sang pesulap benar-benar muncul di belakang punggung mereka atau lenyap menjemput kematian. Waktu pun beringsut pelan dan menegangkan: satu detik, dua detik, lima detik..., sepuluh detik.…

”Inilah The Prestige. Musuh terbesar pesulap adalah obsesinya sendiri,” Cutter berpetuah.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Rabu, 02 November 2011

A SONG FOR A RAGGY BOY

A SONG FOR A RAGGY BOY

Directed by Aisling Walsh
Writing credits (in alphabetical order)
Patrick Galvin
Kevin Byron Murphy
Aisling Walsh

Cast (in credits order)
Aidan Quinn .... William Franklin
Iain Glen .... Brother John
Dudley Sutton .... Brother Tom
Marc Warren .... Brother Mac
Claus Bue .... Bishop
Alan Devlin .... Father Damian
Stuart Graham .... Brother Whelan
John Travers .... Liam Mercier
Chris Newman .... Patrick Delaney
Simone Bendix .... Rosa

Sebagaimana dunia tercengang dengan pengungkapan kasus pada awal-awal tahun 2000 sampai dengan sekarang tentang sexual abuse yang bersifat pedofilia dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh biarawan-biarawan yang semestinya menjadi pelindung bagi anak-anak yang sebagian besar yatim-piatu ini. Film ini sepertinya hadir pada saat yang bertepatan dengan pengungkapan kasus-kasus itu.


Film ini berdasar dari kisah nyata (otobiografi) yang ditulis oleh Patrick Galvin. Mengambil dari kisah dan pengalamannya ketika berada di Sekolahan khusus anak-anak nakal (prayuana/ sekolah tetapi lebih bersifat penjara bagi anak-anak) St. Jude Reformatory di Irlandia di tahun 1939. Film ini dikemas dalam dialek Irlandia yang kental, dengan sinematografi dan musik yang sangat bagus. Film ini adalah film yang cukup berat untuk ditonton, tidak ada segi entertainment-nya, sebaliknya berisikan adegan-adegan yang cukup keras dan menguras emosi. Penonton dihadapkan dengan pada sisi gelap kaum rohaniawan. Sangat mengerti Firman Tuhan namun kehilangan kasih. Lebih jahat dari orang-orang biasa.

Anak-anak yang mengalami tindakan kekerasan ini merasakan suasana yang berbeda dengan kehadiran seorang guru yang baru William Franklin. Franklin adalah mantan pejuang dengan background “communist” dan ikut aktif dalam perang sipil di Spanyol, dalam perang tersebut Franklin kehilangan istri dan sahabatnya, dan cukup membuatnya shock berat ditambah dengan kekalahan pihak communist dalam perang sipil tersebut. Sekembalinya dari Spanyol ke Irlandia, Franklin berusaha mencari pekerjaan, dan satu-satunya pekerjaan yang menerima dia adalah sekolah St. Jude Reformatory.

Franklin mengajar murid-murid yang rata-rata berusia 13 tahun, yang hampir semuanya buta huruf. Kesabarannya membawa anak-anak ini untuk membuat mereka membaca-tulis, menghasilkan anak-anak yang hampir seluruhnya memahami karya sastra yang baik. Figur Franklin adalah sebuah ironi dari sekelompok “abusive staff” dari kalangan gereja. Sementara para biarawan mengajar sebuah disiplin dengan kekerasan, namun dipihak lain Franklin yang sekularis itu mengajar disiplin dengan kasih dan perhatian. Kehidupan Pribadi Franklin yang digambarkan sebagai seorang yang putus-asa, selalu kelihatan kurang tidur. Namun pada saat berinteraksi dengan anak-anak dan melihat penderitaan anak-anak muncul sikap humanity-nya. Ini adalah sikap yang berlawanan dengan sikap-sikap biarawan yang cenderung “enjoy” menyiksa anak kecil. Orang bekas komunis itu memiliki sikap kasih yang tidak dimiliki oleh kaum rohaniawan. Apakah Franklin tetap komunis?, tidak dijelaskan secara eksplisit dalam film ini, namun menjabaran secara visual menunjukkan bahwa Franklin mampu membuat anak-anak memiliki pengalaman yang belum pernah dialami mereka yaitu “merayakan malam natal yang indah”. Pada malam natal tahun 1939 Franklin membawa anak-anak berjalan-jalan dan membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak itu sambil bercanda “do you believe in St Claus?” sembari membagikan hadiah.

Namun pada keesokan harinya anak-anak tersebut dihadapkan kepada suasana yang bertolak belakang, Brother John (yang bertugas sebagai pendisiplin murid2) menyiksa 2 orang kakak-beradik hanya karena melanggar jam bangun pagi dan malanggar batas tembok karena mereka ingin mengucapkan merry cristmast dan bertukar hadiah kepada saudaranya. 2 anak tersebut disiksa gara-gara indisipliner ini. Franklin menentang tindakan Brother John “bagaimana kamu melakukan ini pada hari natal?” Kehidupan hipokrit kaum rohaniawan ditampakkan jelas, satu sisi mengajarkan tentang Yesus tapi disisi lain memperkosa anak-anak, dan setelah melakukannya berdoa untuk pengampunan dosa.

Film ini ditutup dengan kejadian yang dialami oleh murid kesayangan Franklin : Liam Mercier yang mengalami penyiksaan fisik sampai mati. Franklin sangat menentang keputusan gereja yang menyatakan bahwa kematian Mercier itu karena sakit, ini adalah kebohongan besar! Pada pidato persemayaman Franklin mengatakan : “Liam Mercier sepanjang hidupnya mengalami abusement : pertama-tama oleh keluarganya sendiri, kemudian oleh staff di St. Jude, bahkan pada saat mati-pun masih di-abuse oleh gereja dengan mengatakan kematiannya adalah karena sakit. Ada iblis ditempat ini”.

Franklin orang bekas komunis itu, orang yang pernah menentang Tuhan, yang mungkin tidak tahu banyak tentang “tata krama agama” tetapi lebih memiliki kasih. Dan menjadi figur “Bapak” bagi anak-anak yang terlantar ini.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Stray Dog

Stray Dog (Akira Kurosawa, 1949)
"There are no bad people in the world, only bad environments."

Stray Dog adl film noir klasik Jepang, yg meskipun dibuat thn 1949 dan merupakan lesser known film dr Kurosawa, tapi berasa familiar. Bukan saja film-film acclaimed Kurosawa saja yg banyak menjadi inspirasi dan dikopi Hollywood, ternyata film spt Stray Dog ini juga tdk lepas dicaplok. Dr karakter, plot, twist, dan set pieces-nya bisa kita liat di bejibun film Hollywood, terutama film police thrillers. Sbg contoh, salah satu adegan yg langsung terpikir di benak gue adl saat Murakami dan Sato sedang mencari incaran mereka saat pertandingan baseball, Sato punya ide utk memanggil nama orang itu melalui pengeras suara. Tiba-tiba gue inget dgn salah satu film Lethal Weapon saat si Mel Gibson manggil-manggil penjahatnya melalui pengeras suara saat pertandingan hoki. Terus contoh lainnya adl dr Die Hard With A Vengeance, saat McClaine berhasil melacak si Simon Gruber berdasarkan korek api dr suatu hotel, adegan tsb juga sudah lebih dahulu ada di Stray Dog. Dan tentu saja Stray Dog juga bisa disebut “buddy cop” movie. Murakami yg masih muda dan blm berpengalaman yg lebih mengandalkan temperamennya dlm mengambil tindakan sementara Sato adl seorang senior yg sudah banyak makan asam garam dan lebih bijaksana, banyak mengeluarkan kata-kata filosofis dr mulutnya. Se7en, anyone? Somerset the wise and Mills the headstrong?


Stray Dog bercerita ttg polisi rookie Murakami (Toshiro Mifune) yg kehilangan senjatanya sebuah pistol saat kecapean pulang dr kantor polisi di suatu bus penuh sesak yg ditumpanginya. Ternyata pistolnya itu dicopet, dan ketika dia menyadarinya ada seseorang yg turun dan berusaha dia kejar tapi berhasil meloloskan diri. Penuh dgn rasa malu dan bersalah krn tdk bisa mempertanggungjawabkannya dia meminta petunjuk kpd atasannya, yg menugaskannya utk segera mencarinya. Semakin lama Murakami semakin tdk bisa menerima keadaan ini dan putus asa, lalu meminta bantuan kpd seniornya Sato (Takashi Shimura, salah satu member di film Seven Samurai juga). Setelah ada perampokan yg menimbulkan korban tewas dan setelah diselidiki ternyata pelurunya adl berasal dr pistolnya si Murakami, hal tsb semakin membuatnya tdk karuan dan rasa bersalahnya yg menjadi-jadi membuatnya sempet ingin mengundurkan diri sbg polisi.

Stray Dog adl film ttg prosedural polisi yg lebih ke karakternya drpd plotnya, yg membedakan Stray Dog dgn noir/ thriller lainnya adl adanya nilai moral yg dijunjung tinggi dan suatu etika dan pertanggungjawaban diutamakan tanpa ada kesan keheroikan, patriotisme, atau sok jagoan, menjadikan karakter-karakternya lbh manusiawi. Karakter-karakter antagonisnya juga tdk digambarkan dgn hitam putih, tapi ada ruang abu-abu yg membuatnya juga manusiawi, as flawed as the protagonists were. Yg realistik juga adl lingkungan yg ditampilkan saat lagi panas-panasnya musim panas, menunjukkan keadaan sosial kelas menengah ke bawah Jepang pasca PD II, menambah nuansa keotentikan filmnya. Bagaimana pencarian Murakami bisa membawanya ke pasar gelap perdagangan senjata ilegal di Tokyo dgn segala aspeknya ditonjolkan. Yg menjadi ironi adl hanya krn keteledoran Murakami sbg seorang polisi rookie bisa menimbulkan ekses dan dampak yg sangat besar, mempengaruhi nasib banyak orang, yg juga Murakami sendiri sadari, dan juga mempengaruhi karir dan dirinya sbg polisi. Kalo kita liat film noir biasanya karakter-karakternya itu adl sedemikian rupa innocent, naif atau cool, heroic, evil atau larger than life dgn setting yg eksklusif (contohnya adl The Third Man). Tidak demikian dgn Stray Dog, yg bisa menghidupkan karakter-karakter baik protagonis maupun antagonisnya yg manusiawi di tengah-tengah lingkungan yg realistik tdk dikondisikan tertentu. Stray Dog is a little and lesser known gem waiting for bigger audience to find it. Don’t miss it. Kalo ngga salah Criterion juga akan merilis DVDnya thn ini.

Oh iya, berbanggalah Gesang, salah satu pencipta lagu nasional kebanggaan Indonesia, krn ternyata lagunya Bengawan Solo dijadikan soundtrack di pertengahan film Stray Dog yg digubah dlm bhs Jepang. Bener adanya bahwa lagu ini memang populer di Jepang sana.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

The Book of Eli

The Book of Eli

Cast:
Denzel Washington ... Eli
Gary Oldman ... Carnegie
Mila Kunis ... Solara
Jennifer Beals ... Redridge
Malcolm McDowell ... Lombardi
Michael Gambon ... George
Ray Stevenson ... Redridge


Directors: Albert & Allen Hughes
Written by Gary Whitta

Denzel washington, dikenal sebagai seorang aktor yang setia beribadah di The Crystal Cathedral Church Ministries. Pada film The Book of Eli yang diproduserinya ini, ia mencoba mengungkapkan keyakinan yang selama ini diyakininya. Film The Book of Eli berkisah tentang "pasca semi-kiamat" yang terjadi di bumi ini pada tahun 2043 dan sejak itu sosok Eli (Denzel Washington) memulai perjalanannya selama 30 tahun untuk mengantar sebuah Kitab Suci satu-satunya yang masih tersisa.


Pengetahuan adalah sumber kekuasaan, itulah tema yang diangkat dalam film "The Book of Eli". Dan buku yang sedang dibawa oleh Eli adalah buku dari segala sumber pengetahuan dan hikmat. Ada permainan kata pada judul "The Book of Eli", 'Eli' adalah sebuah kata yang dijadikan nama dalam bahasa Ibrani yang bermakna 'Allah-ku' (berasal dari אֶל - 'EL, Allah, dengan akhiran "yod" menjadi אֵלִי - 'ELI, Allahku). Maka The Book of Eli bermakna harfiah 'Kitab Allahku' yang tentu saja merujuk kepada Alkitab.

Film ini boleh dibilang sebuah film religius terutama karena rujukan Kitab Suci itu sendiri dan beberapa quote yang diambil dari ayat-ayat Alkitab. Namun demikian, menurut Denzel Washington dalam sebuah wawancaranya di NBC mengatakan bahwa film ini bukanlah film yang hanya fokus pada Alkitab, melainkan bercerita tentang kekuasaan, kejahatan dalam dunia ini dan seorang pria dengan sebuah misi khusus untuk menyelamatkan peradaban manusia. Karena itu, film ini tidak dikemas secara gamblang merujuk kepada agama tertentu atau berisi wejangan-wejangan agamawi yang mungkin terkesan menggurui, tapi lebih dikemas secara menarik dalam action ala ninja/ kungfu yang cukup menghibur.

Adegan-adegan action dalam film ini mengundang decak kagum, aksi bela diri Denzel Washington cukup terlihat cool banget. Denzel Washington di usianya yang sudah tidak lagi muda, namun ia mampu beradegan fisik yang menggambarkan karakter seorang pendekar dengan total dalam performance and act yang sangat meyakinkan. Tentang visual-sinematografi yang disajikan, sutradara kembar Albert dan Allen Hughes dan team-nya menghadirkan setting dunia pasca-perang nuklir: sunlight, shadows and silhouettes, clouds, dimanipulasi sedemikian rupa sehingga gambar-gambar yang disajikan memberikan kesan dunia yang rusak, keras dan kejam. The Hughes Brothers menuangkannya dalam gambar-gambar berwarna sepia cenderung ke arah hitam-putih. Semuanya itu untuk menggambarkan bahwa bumi telah luluh lantak dan hanya menyisakan kegersangan dimana-mana. Ketika bumi musnah dengan segala keindahannya dan yang tertinggal hanyalah debu, kesemrawutan dan sulitnya makanan dan juga air. Sinar Matahari dikesankan sangat tidak bersahabat sehingga orang-orang harus memakai kacamata hitam untuk menahan radiasi sinar matahari. Digambarkan juga langkanya air bersih, kanibalisme, pemerkosaan, pembunuhan, perdagangan sistem barter, yang semuanya itu merupakan gambaran dunia masa depan yang rusak.

Perang Nuklir terjadi dan menyisakan kerusakan total di atas seluruh bumi. Dunia menjadi reruntuhan, peradaban sudah mati, manusia tinggal sedikit dan kembali ke hukum rimba. Alam telah berubah, yang ada hanya puing-puing sisa kejayaan peradaban modern yang tadinya sangat dibanggakan umat manusia di masa lalu. Eli adalah satu dari sedikit orang di jaman tersebut yang masih beriman akan adanya Tuhan. Hal ini dapat dimengerti karena Eli hidup sebelum perang nuklir itu terjadi. Dan yang lebih penting sosok Eli disini dilukiskan sebagai 'pewaris tunggal' dari peradaban dan keyakinan akan Tuhan yang pernah ada di muka bumi ini. Sosok Eli digambarkan sebagai seorang pendekar penjaga warisan kitab suci satu-satunya yang berkelana sendirian di tanah (yang dulunya disebut) Amerika Serikat. Eli mendapat panggilan melalui suara hatinya yang tentu saja berasal dari kuasa Tuhan yang membisikan ke dalam sanubari Eli suatu tugas suci. Eli dalam panggilannya itu ditugasi untuk menyelamatkan sebuah Kitab Suci untuk dibawa menuju ke Barat. Kitab Suci itu adalah cetakan tersisa satu-satunya, secara implisit diungkapkan bahwa setiap eksemplarnya sengaja dimusnahkan/ dibakar karena Kitab tersebut dianggap sebagai asal-muasal terjadinya perseteruan dan peperangan. Alasan tersebut dapat diterima dengan menimbang banyaknya perseteruan antar manusia selama ribuan tahun terhadap keyakinannya, manusia berperang karena agama .

Eli dalam perjalanannya hanya membawa perlengkapan seadanya, berbagai senjata untuk bertahan hidup. Eli adalah seseorang yang cinta damai dan hanya menyerang apabila diserang untuk pertahanan diri. Di dunia yang telah rusak itu manusia tidak lagi mengenal hukum, alam semesta tidak bersahabat, tanah tidak ada tanaman dengan dedaunannya yang hijau, air dan makanan sangat langka, dan itu membuat sebagian manusia menjadi kanibal saling membunuh untuk bertahan hidup. Di film ini digambarkan cara mengetahui seorang kanibal atau bukan adalah dengan mengecek tangan tiap orang. Manusia kembali ke zaman batu, manusia hanya dapat menggunakan peralatan sisa-sisa zaman modern. Perdagangan tidak lagi menggunakan alat tukar uang, tetapi dengan barter, tidak ada pendidikan, banyak manusia yang buta huruf, kekacauan terjadi karena tidak ada hukum sipil yang mengatur komunitas manusia.

Dalam perjalanan membawa Kitab Suci itu Eli banyak bertemu dengan banyak komunitas manusia yang sudah rusak dalam komunitas-komunitas kecil yang berseteru satu sama lain. Eli bertahan hidup dengan ketangkasannya bela-diri dan inilah poin yang sangat menghibur dalam film ini, kita disuguhi aksi pendekar yang berkungfu dengan kecepatan tangan ala Bruce Lee dan bermain senjata pedang dan panah ala Ninja. Sampai kemudian pada suatu saat Eli bertemu dengan penguasa komunitas gangster bersenjata yang buta huruf, yang sangat mengincar Kitab Suci yang dibawa Eli, dia adalah Carnegie (Gary Oldman). Perjalanan Eli ini terhadang oleh Carnegie yang menginginkan Kitab Suci tersebut untuk kepentingan pribadinya. Di dalam komunitas yang dikepalai oleh Carnegie, terlihat hanya dialah yang bisa membaca. Carnegie berfikir apabila dia dapat memiliki Kitab Suci itu, maka kitab itu akan dapat memperlengkapi kekuatannya untuk dapat mengendalikan "rakyat"nya, dan dengan Kitab tersebut dia berencana akan membuat tatanan "dunia baru" dan tidak ada orang yang akan berani melawannya. Karena Kitab Suci itu, terjadilah pertaruhan nyawa antara Eli dan Carnegie dan dalam film ini kita akan sungguh menikmati akting dari dua aktor senior kaliber oscar.

"Apakah kamu suka membaca buku?" tanya Carniege, dan Eli menjawab bahwa ia selalu membaca setiap hari. Kemudian Carniege menyambung "Hanya orang-orang seperti kita, yang suka membaca buku yang bisa menentukan masa depan." Eli dan Carnegie digambarkan sebagai sosok yang sama-sama pernah mengalami hidup sebelum peristiwa kehancuran dunia terjadi, dan mereka tahu ada suatu saat di masa lalu dimana di dunia ini pernah terjadi suatu peradaban yang sangat tinggi dalam tatanan dunia yang terkendali dan serba modern. Manusia hidup dalam kenyamanan dan memperoleh kemudahan dalam tekhnologi dunia modern. Mereka sama-sama mengetahui kekuatan Kitab Suci tersebut, sebab kitab itu berisi tentang hukum dasar yang mengantar manusia untuk hidup dalam tatanan komunitas yang tertata rapi dalam bermasyarakat. Pendeknya mereka menyadari kekuatan Kitab tersebut sebagai sumber peradaban hidup manusia. Kitab tersebut juga merupakan sumber bagi manusia-manusia yang haus akan kebutuhan spiritual, haus akan kebenaran.


Eli berusaha tetap maju terus pantang mundur mencapai tujuannya untuk mengantarkan Kitab Suci ke Barat. Karena Eli tidak mau menyerahkan kitabnya, jelas pertumpahan darah takkan terhindarkan. Dalam perseteruannya dengan Carnegie ini, Eli dipertemukan dengan Claudia (Jennifer Beals) seorang wanita tuna-netra dan anak perempuannya Solara (Mila Kunis). Carnegie adalah ayah tiri dari Solara. Claudia menimbang bahwa bersama Eli, Solara akan mendapat kehidupan yang lebih aman. Eli sedikit banyak memberikan pengaruh dalam diri Solara, seorang gadis yang hidup tanpa pengetahuan sama sekali tentang ketuhanan, dan ia adalah seorang gadis yang buta huruf. Ia terkesima doa yang diucapkan Eli ketika mensyukuri makanan sebelum makan, ia tersentuh dengan sebuah puisi yang diucapkan Eli yang diambil dari Mazmur 23. Kata-kata itu bagaikan sebuah siraman air di tanah yang tandus, bukan sekedar kata-kata biasa sebab semuanya itu adalah Firman Allah yang mempunyai kekuatan.

Perjalanan Eli bersama Solara banyak terhadang oleh banyak kekerasan dan ancaman termasuk dari gangguan para perampok dan kelompok kanibal, sementara itu Carnegie terus bersemangat memburu Eli dan Kitab yang dibawanya. Sampai pada suatu saat Eli harus kalah dan merelakan Kitab itu. Carnegie pun membawa pulang Kitab itu, dan membiarkan Eli tergeletak di tengah padang pasir. Namun, tanpa disangka setelah Carnegie membuka gembok Kitab tersebut ia mendapati halaman demi halaman dalam Kitab tersebut ditulis dalam huruf Braille yang tak dapat ia baca. Aha... Eli selama ini ternyata adalah seorang tunanetra... Kehilangan Kitab tersebut, tak membuat semangat Eli sang pendekar itu surut, ia tetap menuju ke arah Barat sebagaimana bisikan yang memerintahkannya. Akhirnya sampai di suatu tempat yang kita kenal sebagai penjara di masa lalu "Alcatraz," Eli mengakhiri perjalanannya disini. Memasuki tanah Alcatraz yang dijaga superketat. Eli mengungkapkan bahwa ia mempunyai King James Bible lengkap. Alcatraz dikelola oleh Lombardi (Malcolm McDowell) yang mengoleksi/ mencetak ulang macam-macam buku-buku berharga dan mengoleksi benda-benda warisan abad modern yang hampir musnah. Lombardi sangat antusias dengan King James Bible yang dibawa oleh Eli, ia mengatakan bahwa ia telah mengumpulkan banyak buku-buku berharga di masa lalu, Shakespeare, seri lengkap Encyclopedia Britannica, buku musik karya Mozart, dll. dan mencetaknya ulang, namun selama ini ia belum pernah menemukan Bible/ Alkitab.

Penonton agak dibuat bingung dengan pernyataan Eli tersebut bahwa ia membawa King James Bible lengkap, kita tahu buku itu telah dirampas Carnegie. Ada kejutan di film ini, dimana Eli kemudian meminta kepada Lombardi untuk mengambil kertas dalam jumlah banyak dan alat tulis untuk menulis semua isi dari Alkitab. Ternyata Eli mendiktekan ayat demi ayat dari King James Bible yang berhasil dia hafalkan selama 30 tahun pengembaraan. Di akhir film, Eli akhirnya mati karena luka-lukanya, dan sebelum kematiannya itu, ia telah menyelesaikan pengungkapan seluruh isi King James Bible lengkap kepada Lombardi yang dengan tekun mencatat ayat-demi-ayat yang didiktekan kepadanya. Ada suatu ending yang manis di film ini yaitu narasi yang diucapkan Eli yang mengambil dari ayat Alkitab yang mau tak mau membuat penonton tersentuh: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7). Kalimat kemenangan ini diucapkan setiap abdi Allah ketika ia menyelesaikan misi yang diembankan kepadanya.

Kemudian King James Bible tersebut dapat kembali dicetak. Kitab itu ditempatkan oleh Lombardi pada sebuah rak buku. The King James Bible ditempatkan berjejer dengan Kitab Tanakh, Kitab Torah, History of the Jew, Al-Quran, dll. yang sudah dia dapatkan sebelumnya. The Book of Eli – 'Kitab Allahku' menjadi awal dan tanda bagi terciptanya kembali abad yang baru setelah bumi ini rusak oleh kejamnya perang. Sebuah tatanan dunia yang baru yang diawali dengan Firman Allah "In the beginning God created the heaven and the earth" (Genesis 1:1). Bunyi ayat ini terasa kuat dan menggetarkan dalam narasi yang dicapkan Eli.... sosok karakter sempurna abdi Allah yang berhasil dibawakan dengan baik oleh seorang aktor Denzel Washington, bravo!


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story