Minggu, 24 April 2011

ular yang sangat mematikan di dunia


nah di artikel kali ini kita akan membahas beberapa ular yang sangat berbisa dan paling mematikan di dunia..
langsung aja kita menuju TKP...



Belcher’s Sea Snake

Sea Snake

Ular laut konon memiliki bisa yang lebih kuat jika di bandingkan dengan seluruh ular berbisa yang hidup di darat. Bisa ular laut dalam jumlah beberapa miligram saja telah cukup kuat untuk membunuh 1000 orang Namun dari seluruh gigitan (serangan) ular laut terhadap manusia, tercatat hanya kurang dari 1/4 kasus gigitan ular laut yang menyuntikkan bisa 
Umumnya korban gigitan (serangan) Belcher adalah para nelayan. Hal tersebut terjadi karena ular laut Belcher tersangkut dalam jaring bersama dengan ikan-ikan tangkapan nelayan.  Mungkin (semoga saja tidak) nelayan tradisional Indonesia merupakan korban terbanyak dari gigitan (serangan) Belcher, karena Belcher menghuni seluruh perairan Asia Tenggara dan Australia Utara.


Fierce Snake or Inland Taipan

Poisonous Snake

adalah ular yang paling mematikan didunia. Bisa nya yang 11 omg bisa untuk membunuh 100 orang atau 250.000 tikus. Bisa ular paling mematikan didunia ini setara dengan 750 kali ular kobra!Ular ini dapat ditemukan di Australia.
Wah, kok lagi-lagi di Australia ya..

Eastern Brown Snake
Screen Shot 2011-03-30 At 10.58.19 Am

Eastern Brown memiliki habitat di Australia bagian Tengah. Ular tersebut dapat bergerak cepat, agresif dalam kondisi tertentu, bertarung dan memburu  lawannya, serta dapat berulang kali menyerang lawan atau korbannya.
Eastern Brown memiliki bisa neurotoxin dan pembeku darah. Dengan bisa tersebut, gigitan seekor Eastern Brown yang masih remaja bahkan dapat mengakibatkan kematian bagi manusia. Menurut sumber tulisan, bisa sebesar 1/14.000 ons telah cukup untuk menghentikan kehidupan seorang manusia dewasa
Untungnya, kasus gigitan (serangan) Eastern Brown terhadap manusia sangat jarang terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan Eastern Brown yang hanya bereaksi terhadap gerakan dan cenderung tidak menyerang manusia.


Blue Krait
948918878 0B4799Afdb O

Ular Blue Krait menghuni sebagian besar wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Blue Krait mungkin merupakan ular dengan bisa terkuat di kawasan Asia Tenggara, dan sering kali korban gigitannya akan meninggal dunia meski telah mendapatkan antivenin.
Bisa ular Blue Krait adalah neurotoxin dan memiliki kekuatan 16 kali lebih kuat dari bisa ular Cobra. Namun sayangnya, saya tidak dapat memberikan padanan kata dalam bahasa Indonesia terhadap nama ular tersebut (pembaca yang paham akan ular dipersilakan memberi tahu namanya dalam bahasa Indonesia).
Blue Krait berburu dan memangsa spesies ular lainnya, bahkan terhadap sesama Blue Krait. Ular ini aktif di malam hari dan akan lebih agresif ketika berada di dalam kegelapan, namun umumnya Blue Krait lebih sering bersembunyi dan menghindar dari pada menyerang manusia.
Bisanya yang kuat dapat dengan cepat menyebabkan kelumpuhan otot dengan cara mencegah (menghambat) kinerja urat syaraf. Gejala berikutnya yang mengikuti adalah eksitasi (excitation) berlebihan seperti kram, gemetar dan kejang, yang berujung pada kelumpuhan. Korban gigitan Blue Krait umumnya akan menemui kematian 6 – 12 jam setelah gigitan.
Untungnya, korban gigitan Blue Krait sangat jarang karena sifat nokturnal mereka. Sebelum ditemukan antivenin, tingkat kematian akibat gigitan Blue Krait mencapai 85%  bahkan pemberian antivenin masih belum menjamin kelangsungan hidup sang korban. Pemberian antivenin baru dapat menekan tingkat kematian hingga 50% 
Bahkan jikapun sang korban berhasil dibawa ke rumah sakit, resiko koma permanen dan bahkan kematian (kerusakan) otak akibat hypoxia sering kali tidak dapat dihindari. Hal tersebut disebabkan oleh lamanya transportasi yang memberi peluang bagi bisa untuk beredar dalam darah. Namun pemberian antivenin dalam waktu yang tepat, dapat menekan akibat yang negatif pada korban.


Taipan
Coastaltaipan

Dalam sebuah percobaan diketahui, ular Taipan mempunyai bisa cukup kuat yang dapat membunuh sebanyak 12.000 kelinci, Bisa ular Taipan berupa nurotoxic sangat kuat yang bekerja dengan cara membekukan (menggumpalkan) darah sang korban sehingga mempersempit atau menyumbat arteri (vena). Secara umum, ular Taipan memiliki persamaan dengan Black Mamba, baik secara morfologi, ekologi dan perilaku.
Sebelum ditemukannya antivenin (serum anti bisa), korban gigitan Taipan tidak ada yang selamat dimana para korban umumnya mengalami kematian satu jam setelah gigitan ular tersebut. Meski demikian, korban yang telah mendapat antivenin-pun tetap harus dirawat secara intensif.


Black Mamba
Blackmamba
Black Mambaadalah ular berbisa terbesar di Afrika dan ular berbisa terbesar kedua di dunia. Hanya King Cobra yang lebih besar. Mamba hitam dewasa memiliki panjang rata-rata 2,5 meter (8,2 kaki) dan panjang maksimum 4,5 meter (~14 kaki).Dinamakan mamba hitam karena warna hitam di dalam mulutnya, bukan karena warna kulitnya yang abu-abu. Mamba hitam memiliki reputasi sebagai ular bergerak tercepat di dunia, dan telah diklaim bergerak sampai 20 km/jam (12,5 mil per jam).
Satu gigitan dari Mamba Hitam menyuntik racun cukup untuk membunuh 20-40 manusia dewasa, dengan mudah membunuh seseorang jika anti-racun yang cocok tidak diberikan tepat waktu.

Tiger Snake
Tiger Snake

nah ini ada Satu lagi yang beracun dari Australia si tiger snake ato disebut juga ular macan...
serem banget ya australia,,,banya ular ular berbisanya,,,,

Philippine Cobra
Philippine-Cobra

Sebagian besar spesies Cobra memang memiliki bisa yang kuat, sedangkan Cobra Filipina adalah satu-satunya Cobra yang memiliki bisa paling kuat. Cobra Filipina juga satu-satunya Cobra yang mampu menyemburkan bisa hingga mencapai jarak 3 (tiga) meter 
Meski luka bekas gigitan Cobra sangat kecil, namun bisa (neurotoksin) yang disuntikkan akan mengganggu transmisi sinyal saraf dengan mengikat jaringan disekitar otot. Korban gigitan Cobra akan mengalami gejala sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, pingsan dan kejang-kejang. Bisa Cobra Filipina mempengaruhi fungsi jantung dan pernafasan serta neurotoksisitas (kegagalan pernafasan) yang mengakibatkan kematian dalam tiga puluh menit 

Vipers
Saw-Scaled-Viper

Sering juga mendapatkan julukan ular Beludak dari masyarakat Melayu. Penyebaran habitat Viper memang sangat luas karena spesies ular tersebut dapat ditemukan hampir di seluruh dunia. Viper memiliki dua spesies yang terkenal dengan bisa-nya yang sangat berbahaya : Saw Scaled Viper dan Chain Viper. Kedua jenis ular tersebut umumnya mendiami wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah, termasuk didalamnya adalah wilayah India, Cina dan Asia Tenggara.
Viper aktif dimalam hari dan memiliki kecenderungan cepat marah. Seperti halnya Death Adder, Viper juga memiliki gerakan sangat cepat.  Spesies ini kebanyakan memiliki racun yang menyebabkan rasa sakit di sekitar luka bekas gigitan yang diikuti dengan pembengkakan di daerah tersebut 48-72 jam kemudian.
Pendarahan adalah gejala umum yang bagi korban terutama di bagian gusi. Terjadi pula penurunan tekanan darah, begitu juga dengan detak jantung. Nekrosis jarang terjadi dan biasanya terbatas pada otot di dekat gigitan. Tetapi dalam kasus ekstrim, Nekrosis dapat juga terjadi, bahkan pembusukan dan kehilangan sebagian anggota tubuh kadang tak dapat dihindarkan
Korban gigitan Viper umumnya akan mengalami muntah dan wajah bengkak (hanya 1/3 korban gigitan mengalami pembengkakan pada bagian wajah). Rasa sangat nyeri kadang akan dirasakan selama 2-4 minggu. Perubahan warna kulit dapat juga terjadi pada daerah yang bengkak, hal ini terjadi jika terjadi kebocoran sel-sel darah merah dan plasma ke dalam jaringan otot. Kematian akibat dari septicaemia (kegagalan pernafasan atau jantung) dapat terjadi setelah 1 sampai 14 hari (kadang lebih) pasca gigitan.


Death Adder
R260601 1083484

Spesies Death Adder ditemukan di Australia dan New Guinea. Spesies ular ini adalah pemburu dan pemangsa spesies ular lainnya. Secara fisik, Death Adder memiliki tampilan sangat mirip dengan ular beludak (Viper), seperti : kepala pendek berbentuk segitiga dan badan pendek. Kecepatan Death Adder dalam menyerang sangat luar biasa. Dari posisi diam lalu menyerang dan kembali ke posisi diam hanya membutuhkan waktu 0.13 detik.
Death Adder biasanya menyuntikkan bisa sekitar 40-100 mg, dan bisa Death Adder adalah salah satu bisa ular yang paling berbahaya di dunia. Bisa Death Adder mengandung neurotoxin yang menyebabkan kelumpuhan dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu 6 (enam) jam sebagai efek dari kegagalan pernapasan.
Reaksi racun Death Adder tergolong lambat dan pengaruh bisa tersebut akan mencapai puncaknya dalam waktu 24-48 jam. Sebelum ditemukannya serum, prosentase kematian akibat gigitan Death Adder mencapai 50%. Namun saat ini Antivenin (serum) sudah terbukti berhasil menekan tingkat kematian akibat gigitan ular tersebut.

Rattlesnake
Rattlesnake

Ular Rattlesnake merupakan salah satu ular berbisa mematikan di dunia. Yang paling terkenal dari jenisnya adalah Western Diamondback Rattlesnake, hewan asli Meksiko utara dan Amerika Serikat barat-daya ini mampu tumbuh hingga berat 34 pound (15,4 Kg) dengan panjang 6 feet (1,8 m) dan memiliki taring sepanjang 1/2 inch (1,3 cm).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar