Jumat, 13 Januari 2012

konspirasi dibalik tenggelamnya kapal titanic

10 April 1912, sebuah kapal penumpang mewah bertenaga uap buatan Inggris yang pada saat itu merupakan kapal terbesar dan termewah, berlayar dari Southampton, Inggris menuju Amerika. Tragedi tenggelamnya pada pelayaran perdananya menjadi sebuah catatan sejarah yang teramat kelam.


Titanic, ketika banyak sekali spekulasi tentang mengapa, apa dan bagaimana tentang tenggelamnya, pada tahun 2005 para peneliti menemukan sebuah petunjuk yang membongkar misteri yang hampir 1 abad menyelimutnya…

Hingga hampir 93 tahun, orang2 percaya bahwa kapal Titanic tenggelam menjadi 2 bagian, namun pada tahun 2005 sekelompok orang peneliti yang melakukan penyelaman ke bangkai kapal Titanic berhasil menemukan bukti tak terbantah tentang misteri tenggelamnya TITANIC

Agustus 2005, David Concanon (penasehat dari 6 kali ekspedisi Titanic di samudra Atlantik) kembali memimpin sebuah ekspedisi untuk menjelajahi area baru dari R.M.S Titanic yang telah dia teliti pada tahun 2000. John Chatterton (penyelam handal dalam tragedi kecelakaan kelautan di irlandia dalam tenggelamnya R.M.S Lusitania tahun 1994) dan Richie Kohler (teknisi kecelakaan laut yang telah menyelam sejak tahun 1980, serta pernah bekerja pada proyek besar seperti penjelajahan USS Murphy dan German U-Boat U-215) ditugasi untuk melakukan penyelaman.

John dan Richie yang melakukan penyelaman menggunakan kapal selam mini buatan Rusia itu menemukan dua bagian besar dari bangkai kapal Titanic yang berada sejauh 1 mil dari bangkai utama. Dengan kata lain Titanic bukan terbelah 2, melainkan pecah menjadi 4 bagian. Setiap bagian yang ditemukan itu berukuran panjang 90 kaki dan lebar 30 kaki dengan berat mencapai ratusan ton.

Berdasarkan kesaksian pasca tenggelamnya titanic menyebutkan bahwa kapal tersebut masih tetap melaju saat melewati gunung es yang ditabraknya. Semua kesaksian baik oleh penyidikan amerika dan inggris bahkan mengungkapkan fakta bahwa tidak ada seorangpun didalam kapal saat itu yang merasakan adanya tabrakan ataupun ledakan.

Kesimpulannya, titanic tidak terbelah menjadi 4 bagian saat masih berada di atas air. Melainkan saat Titanic sedang TENGGELAM. Beberapa analis menyebut jika terlemparnya 2 bagian Titanic sejauh 1 mil adalah disebabkan oleh LEDAKAN DALAM AIR

Entah karena adanya bom yang memang telah di letakkan di badan Titanic dengan sengaja ataupun sebuah torpedo yang ditembakkan dengan sengaja. Disini team situslakalaka hanya ingin menuntun pembaca membongkar sebuah konspirasi yang teramat rapi tentang Siapa, bagaimana dan untuk tujuan apa TITANIC Diledakkan? Mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi…

Semua dimulai pada tahun 1910, dimana 7 orang mengadakan pertemuan di Jekyll Island di lepas pantai Georgia untuk merencanakan pendirian Federal Reserve Bank.

Dalam rencana meloloskan Federal Reserve itu
- Nelson Aldrich dan Frank Volderclip menunjukkan program2 Rockfeller.
- Hendry Davidson, Charles Norton dan Benjamin Strong mengajukan program2 J.P.Morgan
- Paul Warberg mengajukan Sistem perbankan Rothschild di Eropa.

Pertemuan itu menghasilkan korporasi antara Morgan, Rothschild dan Rockfeller dengan tujuan mendirikan/mengesahkan Kartel Perbankan Nasional yang disebut sistem Federal Reserve.

Rothschild, Morgan dan Rockfeller sendiri dikontrol oleh perintah Jesuit, Perkumpulan paling berkuasa saat itu yang akan melakukan apapun jika dibutuhkan untuk menghancurkan konstitusi kebebasan di Amerika dan menumbuhkan kekuasaan/dominasi agama katolik di dunia.

Konstruksi dari Titanic sendiri dimulai pada tahun 1909 di Belfast, Irlandia.
Belfast adalah penganut protestan dan dibenci oleh para jesuit. J.P.Morgan kemudian mengambil alih kendali atas White Star (perusahaan dimana titanic dibangun) dengan membiayai dan mengubah bahan Titanic (termasuk mengganti paku sumbat dengan kualitas rendah yang mudah lepas oleh desakan air laut) atas perintah jesuit yang merupakan kapal termewah pada awalnya tetapi tetap akan diumpankan pada kematian pada akhirnya.

Iklan dan promosi Titanic pada waktu itu sangat dilebih-lebihkan, semua itu adalah untuk menarik perhatian beberapa orang terkaya di dunia seperti John Jacob Astor V, Isidor Strauss dan Benjamin Guggenheim.

Mengapa mereka yang menjadi Sasaran Penenggelaman titanic?
Karena 3 orang tersebut sangat menentang adanya Federal Reserve, orang2 ini adalah orang2 terkaya didunia yang mempunyai pengaruh yang besar juga pada dunia. Dan mereka berdiri menghalangi tujuan para jesuit.

Mereka ini tak hanya menentang Federal Reserve,seperti John Jacob Astor yang bersama Hakim Mahkamah Tinggi Amerika ketika itu Louis D. Brandeis telah bersatu untuk menentang Bank Sentral Amerika/ Federal Reserve, namun juga menggunakan kekayaannya untuk menentang adanya Perang Dunia 1.

Mengapa harus dengan Titanic untuk menyingkirkan mereka semua?
Mereka tahu, membunuh orang2 ini bukanlah perkara mudah, apalagi John Jacob Astor, Beliau seorang yang terkenal, jutawan Amerika, salah seorang freemason level tinggi dan juga salah satu dari 13 keturunan illuminati, hingga sekarang apa yang membuka hatinya untuk menentang Federal Reserve masih menjadi misteri.

Untuk mendekati Astor sangatlah sulit karena beliau salah seorang elite Mason yang amat tahu semua kelicikan Rothschild. Untuk itulah rencana pembunuhannya dan juga orang2 yang lain dalam waktu yang bersamaan perlu dilakukan secara berhati-hati, penuh tipu muslihat dan tersembunyi hingga tiada seorangpun yang tahu dan menyadari bahwa tragedi Titanic adalah untuk menyingkirkan beberapa orang yang menjadi penghalang dengan mengorbankan beribu-ribu nyawa tak bersalah seperti perang dunia 1 dan 2, revolusi2 di eropa, tragedi WTC dll.

Pada 31 Maret 1912, J.P.Morgan meninggal dunia. Kebanyakan orang mengira bahwa dia adalah juga termasuk orang terkaya di amerika, namun wasiatnya mengungkap bahwa dia hanya memiliki 19% dari saham J.P.Morgan Company dan 81% lainnya adalah milik Rothschild.

Ketika Titanic mulai berlayar dari bagian selatan Inggris, Francis Bowne, seorang jesuit yang paling berkuasa dan mempunyai tingkatan paling tinggi di seluruh irlandia yang mempunyai gelar “Jesuit General” memberikan perintah pada Edward Smith (“Jesuit Master”) tentang apa yang harus dilakukannya di Samudra Atlantik Bagian Utara yaitu .....Menenggelamkan Titanic.

Pengalaman Kapten Smith di Atlantik Utara selama 26 tahun menjadikannya orang yang paling mengetahui seluk beluk perairan di atlantik. Dan fakta bahwa kapal yang dibawanya ini dibangun untuk musuh2 jesuit dengan tujuan utama sebagai “KAPAL KEMATIAN” disertai dengan planning B (meledakkan kapal) untuk lebih melancarkan aksinya apabila rencana gunung es tidak mampu berjalan maksimal.

Dia sangat hapal dimana gunung2 es itu berada. Itulah sebabnya Dia tidak mendengarkan dan menanggapi peringatan tentang adanya gunung es sebanyak 2 kali dan justru mengubah jalur titanic lebih ke selatan.

Dia mengendalikan Titanic dalam kecepatan penuh 22 knots dalam malam yang gelap tanpa ada cahaya bulan dan melewati dataran es seluas 80 mil persegi. Hingga pada akhirnya terjadilah tabrakan antara Titanic dengan gunung es.

Dalam insiden malam itu Benjamin Guggenheim, Isidor Strauss dan John Jacob Astor menjadi korban. Namun istri john yaitu Madeleine dan juga Molly Brown selamat dari insiden tersebut.

Tenggelamnya Titanic adalah bencana terbesar pada abad 20 disamping perang dunia. Insiden ini terjadi pada tanggal 14 April (yang juga tanggal yang sama pada saat pembunuhan Abraham Lincoln yg juga menolak Federal Reserve) dan dengan itu tersingkirlah semua hambatan Federal Reserve. Desember 1913, Federal Reserve berhasil didirikan dengan mulus.

Perlu pembaca situslakalaka ketahui, pada masa itu ada 2 kecelakaan besar yang tercatat dalam sejarah yaitu :
1. Tragedi Titanic 1912 dan
2. Tragedi Balon Udara Hindenburg 1937 (balon udara zeppelin)

Keduanya menjadi penanda yang teramat jelas, yaitu tamatnya riwayat transportasi dengan bahan selain Minyak Bumi. Untuk di gantikan dengan moda transportasi pesawat terbang dengan bahan bakar fosil.

Pada saat itulah rentetan panjang ditemukannya sumur2 minyak di Amerika dan wilayah lainnya dimulai. Dan bisa anda tebak, hampir semuanya dikuasai oleh segelintir keluarga raja minyak seperti Rockfeller.

Dari sinipun kita dapat membacanya dengan mudah, bahwa Titanic yang pembangunannya menghabiskan biaya yang sangat banyak dan mengorbankan banyak orang tak berdosa, sejatinya memperoleh KEUNTUNGAN BERLIPAT GANDA.

Pola konspirasi semacam ini terulang pada tragedi WTC dimana SINDIKAT PERAMPOK ini mengorbankan gedung WTC dan 3000 korban tak bersalah sebagai tumbal untuk merampok minyak bumi dengan dalih "memburu teroris" di negara2 kaya minyak, Timur Tengah. Di Indonesia kita bisa melihat cara-cara seperti ini, ditiru persis sama oleh........"SANG PENGUASA LAPINDO".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar