Selasa, 01 November 2011

Film Atonement

Film Atonement

Film Atonement diadaptasi dari novel karya Ian McEwan oleh penulis scenario Christopher Hampton. Bercerita tentang seorang gadis berumur 13 tahun, Briony Tallis anak dari seorang kaya dan tinggal di sebuah "istana" yang besar, sejak kecil ia gemar menulis drama dan cerita. Briony mempunyai seorang kakak yang cantik Cecilia (Keira Knightley) yang kira-kira berumur 18 tahun. Sebagaimana keluarga kaya tentu mempunyai banyak pelayan. Salah satu pengurus rumahnya, Grace Turner mempunyai anak lelaki yang bernama Robbie (James McAvoy). Briony di usianya yang masih 13 tahun itu "naksir" dengan Robbie dan tenggelam dalam fantasi dan kasmaran ala kanak-kanak. Tetapi rupanya sang kakak Cecilia pun naksir Robbie. Briony gadis yang naïf dan sangat muda itu belum mengerti gejolak jiwanya, yang ada hanya rasa iri, membenci, dendam dan marah mengapa Robbie lebih memilih sang kakak.


Di film ini diberikan beberapa adegan yang mengundang "prejudice"/ salah intrepretasi dari seorang gadis naïf yang sedang berperang dengan jiwanya yang dibakar oleh api cemburu. Ia ingin melakukan "revenge" dan mencari jalan keluar untuk meluapkan cemburunya. Ini sungguh bahaya sekali, ketika seorang gadis yang masih sangat muda belum mengerti apa itu cinta, dan apa itu gairah seksual. Karena sebenarnya Briony belum siap untuk itu. Dan akhirnya kecemburuan ini berakibat fatal ketika terjadi suatu peristiwa dimana saudara sepupu Briony dan Cecilia, yaitu Lola "diperkosa" seseorang di kebun rumahnya. Briony yang "marah" itu tampil sebagai saksi dan menunjuk bahwa Robbie lah pelakunya, walaupun Lola tahu bukan Robbie yang melakukan, namun dalam suatu kasus "somebody must be blamed", dan menunjuk anak seorang pelayan akan dengan cepat menyelesaikan kasusnya. Ia yakin melihat sesuatu yang dia anggap mengerti namun sebenarnya ia tidak mengerti. Ditambah Briony memberikan bukti tuduhan yang lain dengan menunjuk surat Robbie kepada Cecilia yang rada vulgar, sehingga hanya Robbie yang layak ditunjuk sebagai tersangka dan kemudian dipenjara.

Cecilia yakin bukan Robbie pelakunya, sejak peristiwa penangkapan kepada Robbie, Cecilia lari dari rumahnya dan tidak mau berhubungan lagi dengan keluarganya.Sebenarnya Briony pun tidak yakin benar bahwa Robbie pelakunya, namun ia tetap melancarkan tuduhannya dengan dasar kecemburuan itu tadi. Di masa di Perang Dunia II, Inggris mengirim pasukannya ke berbagai negara di Eropa, dan Robbie ikut dikirim sebagai tentara di Perancis. Cecilia punkemudian menjadi perawat sukarela di rumah sakit. Rupanya hubungan Cecilia dan Robbie tetap terjalin, dan terekam dalam surat-surat mereka. Namun nasip menentukan mereka masing-masing tewas dalam tugas di tahun yang sama 1940.

Briony sejak peristiwa masa kecilnya itu tidak dapat melepas rasa bersalahnya, apalagi ketika mendapati Cecilia dan Robbie tewas di masa perang itu. Kenyataan ini juga membuat dua sejoli itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk hidup bersama melanjutkan kisah cinta mereka. Dan rasa bersalah itu membebani Briony sepanjang hidup. Rasa bersalah itu semakin terasa semakin berat karena tidak ada lagi kesempatan baginya untuk meminta maaf kepada Cecilia dan Robbie. Akhirnya Briony memutusan membuat suatu "atonement" yaitu dengan menghasilkan suatu karya fiksi dalam sebuah novel, yang menceritakan kisah cinta Cecilia dan Robbie yang kemudian dapat hidup bahagia bersama, sebuah kehidupan yang layak diterima oleh dua orang yang saling mencintai. Novel itu ia tulis sebagai penebusan dan karenanya ia dapat berdamai dengan keadaan dan rasa bersalah yang selama ini menghantuinya.

Film ini memberikan suatu pesan, bahwa penting bagi setiap orang melakukan "atonement", suatu tindakan untuk melakukan tebusan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Rasa bersalah tidak dapat dibawa berlarut-larut hanya dengan menyesal dalam hati, ini akan membat orang menjadi depresi. Perasaan bersalah tidak akan pernah berakhir kalau seseorang itu tidak pernah melakukan "atonement" dalam suatu tindakan yang nyata. Dengan "atonement" akan ada perdamaian.

Film ini cantik sekali, disutradarai dengan cerdas, hati-hati dan detail. Background PD II membuat film ini lebih menyentuh dan dramatis sekali. Sebagaimana dalam Pride & Prejudice, gambar-gambar dalam film Atonement ini pun juga sangat indah. Film ini dibuka dengan sajian music, kombinasi orchestra dan detakan mesin ketik kuno sungguh dramatis! Dario… you did it again! What a wonderful music.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar