Selasa, 01 November 2011

The Hours

The Hours
“Kisah kehidupan tiga wanita di jaman dan tempat yang berbeda. The Hours had feared them. Depression, Failure, Love and Interaction”

Film drama yang menurut gw sangat kompleks, tricky dan sulit untuk dimengerti. Ini nih tipe drama yang gw sukai dan memiliki cerita yang pintar. Banyak yang bilang bagus banget dan banyak juga yang bilang jelek abis. Itu semua tergantung dari orangnya yang melihat film tersebut dalam sisi masing-masing. Bottomline, The Hours adalah sebuah drama yang indah dan penonton disajikan gambaran 114 menit tentang kehidupan tiga wanita di jaman berbeda dan tempat yang berbeda namun memiliki koneksi yang kuat.


Ceritanya cukup bagus dan film ini menggambarkan kehidupan tiga perempuan yang hidup di tiga generasi yang berbeda dan juga dengan kehidupan yang berbeda. Pertama-tama ada Virginia Woolf yang diperankan oleh Nicole Kidman yang make-upnya sangat tebal. Virginia itu adalah seorang penulis emosional yang sedang mengarang novelnya berjudul Mrs.Dalloway. Lalu ada Laura Brown diperankan oleh Julianne Moore, yang memiliki kehidupan yang sempurna. Ia tinggal dijaman tahun 50an dan dia seringkali bertanya terhadap dirinya sendiri tentang kehidupan seksualitasnya. Yang terakhir ada Clarissa yang dimainkan oleh Meryl Streep. Dia adalah cewe biseksual yang tinggal dengan pacar lesbinya namun anehnya ia selalu merawat seorang laki-laki yang hidupnya dalam bahaya karena sekarat akibat penyakit aids. Ketiga cerita ini berhubungan dengan karya, Mrs.Dalloway. Menurut gw The Hours adalah sebuah film tentang masalah kehidupan, kepasrahan dan lesbianisme.

Tiga kisah yang sangat sederhana namun menyentuh. Jika dilihat kembali, judul film ini sangat top dan bikin film ini lebih inteligen. The Hours yang berarti jam waktu juga berkisah tentang tiga kehidupan yang bergantungan dengan waktu yang berputar selamanya. Tiga wanita yang memiliki problema masing-masing. Mereka adalah wanita yang sedang meronta-ronta dan harus berjuang dengan kehidupannya. Pusat film ini adalah Virginia Woolf. Lalu ada tiga karakter lagi yang mereflek karakterisasi Mrs. Woolf yaitu Laura Brown, Clarissa Vaughn dan juga Richard Brown. Empat karakter ini (khususnya ketiga wanita) memiliki hal yang sama yaitu bergulir dengan masalah depression, failure dan juga love in a different manner.

Bukan hanya ceritanya yang mengesankan, namun ketiga pemain yang terkenalnya juga bagus sekali dan cara aktingnya mereka sangat berbeda. Andai saja mereka bertiga mendapatkan nominasi Academy Awards, pasti sulit sekali untuk memilihnya. Julianne Moore cocok mendapatkan Best Supporting Actress untuk film ini. Perannya dia sangat bagus dan sesuai dengan level aktingnya. Dia berhasil memerankan seorang ibu. Meryl Streep seperti biasanya tampil sangat ekspresif dan di The Hours, dia memperlihatkan talenta nya yang sebenarnya. Meryl cocok mendapatkan Best Actress di Golden Globe Awards. Dan pemain yang aktingnya sangat dramatic dan menganggumkan adalah Nicole Kidman. Bahkan The Hours adalah performancenya yang paling bagus. Nic cocok mendapatkan Oscar setelah tahun lalu direbut oleh si manis Halle Berry. Hidungnya tebal dan itulah yang bikin muka dan aktingnya berbeda. Itu juga untuk menggambarkan sifat dan wajah Virginia Woolf.

Untuk mengakhiri, The Hours adalah sebuah film yang sangat bagus. Namun bukanlah sebuah sekedar drama biasa yang bisa ditonton banyak orang. Bahkan film seperti ini sangat jarang dan tidak laku untuk pasaran Timur. Anyway, drama kompleks yang satu ini memang penuh dengan tiga bintang top, perkembangan karakter, karakterisasi yang berbeda-beda dan musical score yang sangat sedih dan cocok dengan temanya. Stephen Daldry memang bagus dalam menggarap film ini walaupun memang adegan-adegannya bikin binggung. Penggabungan ketiga kisah itulah yang memiliki transisi yang indah. But everything seems to be sad and extremely depressing. Maka itulah film ini memang sangat cocok untuk mendapatkan Best Picture di Oscar namun kalah karena dijaman seperti ini, Academy Awards ingin mood yang cemerlang and that’s why Chicago won Best Picture.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar